Suatu ketika Matahari dan Angin kebetulan bertengkar. Keduanya mengaku lebih kuat. Akhirnya mereka sepakat untuk menjalani uji coba kekuatan.
"Ini dia seorang musafir. Mari kita lihat siapa yang bisa melepaskan jubahnya?" kata Matahari.
Angin setuju dan memang memilih untuk mendapatkan giliran pertama.
Dia meniup dengan cara yang paling sulit.
Alhasil, si musafir melilitkan jubahnya lebih erat lagi di sekelilingnya.
Kemudian giliran Matahari. Awalnya dia bersinar dengan sangat lembut. Matahari terus bersinar semakin terang. Pelancong merasa panas.
Tak lama kemudian ia melepas jubahnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Angin menerima kekalahannya.
Moral: tidak memotong es di mana kelembutan melakukan pekerjaan.
Suatu ketika Matahari dan Angin kebetulan bertengkar. Keduanya mengaku lebih kuat. Akhirnya mereka sepakat untuk menjalani uji coba kekuatan.
"Ini dia seorang musafir. Mari kita lihat siapa yang bisa melepaskan jubahnya?" kata Matahari.
Angin setuju dan memang memilih untuk mendapatkan giliran pertama.
Dia meniup dengan cara yang paling sulit.
Alhasil, si musafir melilitkan jubahnya lebih erat lagi di sekelilingnya.
Kemudian giliran Matahari. Awalnya dia bersinar dengan sangat lembut. Matahari terus bersinar semakin terang. Pelancong merasa panas.
Tak lama kemudian ia melepas jubahnya dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Angin menerima kekalahannya.
Moral: tidak memotong es di mana kelembutan melakukan pekerjaan.